Jumat, 12 Oktober 2012

PENTINGNYA BERTUTUR KATA SOPAN DALAM DUNIA JEJARING SOSIAL


          Internet  sudah tidak asing lagi di masyarakat, mulai dari kalangan anak-anak sampai dewasa dapat menggunakannya, untuk mencari berbagai informasi dan berkomunikasi, salah satunya melalui jejaring sosial. Dalam berkomunikasi melalui jejaring sosial, ada hal yang perlu di perhatikan, yaitu tutur kata. Mengapa kita perlu bertutur kata yang sopan dalam dunia maya (jejaring sosial)? Pertanyaan tersebut mungkin sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Adanya pertanyaan tersebut disebabkan karena banyak individu di jaman sekarang menggunakan fasiliatas jejaring sosial untuk berkomunikasi, bekerja, sarana hiburan (game On line, video, dll).
           Banyak individu yang menggunakan jejaring sosial seperti facebook, tweeter, dll. Dari kalangan anak-anak sampai dewasa. Pada saat menggunakan jejaring sosial facebook atau tweeter banyak user yang yang meng-up date statusnya dengan kata-kata yang kurang sopan. Padahal secara tidak sadar status yang dibuat dengan kata yang tidak sopan tersebut dibaca oleh hampir semua orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Status dengan kata atau kalimat yang tidak sopan membuat orang lain berpikir bahwa pribadi si pembuat status tersebut mempunyai pribadi yang kurang baik. Apalagi banyak user yang saling mengejek atau menghina lewat jejaring facebook atau tweeter. Hal itu menyebabkan perpecahan terhadap sesama. Alangkah baiknya tidak mengejek, menghina, dan menyinggung pengguna jejaring sosial lainnya agar tidak menyebabkan perpecahan. Dan status atau komentar yang dibuat bermanfaat bagi diri pribadi dan pengguna jejaring sosial lainnya.

Majas



          Majas merupakan kiasan yang digunakan untuk melukiskan sesuatu dengan menyamakan sesuatu yang lain. Majas digunakan untuk menimbulkan kesan atau efek tertentu (retoris dan imajinatif) bagi pembaca atau penyimaknya.

Majas terbagi atas :
1.       Majas perbandingan
a.       Asosiasi (simile) adalah majas yang membandingkan dua hal yang berbeda, namun sengaja dianggap sama. Majas ini dapat menggunakan kata bagai, laksana, bak, dan sebagainya.
b.      Metafora adalah majas perbandingan yang cara pengungkapannya singkat dan langsung. Misalnya, aku ini binatang jalang, dari kumpulannya terbuang.
c.       Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seakan-akan bernyawa atau hidup seperti manusia. Misalnya, awan pekat menggelayut diiringi petir yang berteriak.
d.      Alegori adalah majas perbandingan yang bertautan dengan hal lain dalam satu kesatuan. Memahami majas ini harus secara keseluruhan. Majas ini biasanya terdapat dalam dongeng binatang dan puisi.
2.       Majas pertentangan
a.       Hiperbola adalah majas yang menyatakan sesuatu secara berlebihan untuk mencuri perhatian dari pembaca. Misalnya, Ia terkejut setengah mati begitu melihat mayat perempuan itu.
b.      Litotes adalah majas yang mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. Misalnya, terimalah kado dariku yang tak seberapa ini.
c.       Ironi adalah majas yang menyatakan makna bertentangan dengan maksud menyindir. Misalnya, indah sekali suaramu sampai-sampai membuat tetanggaku pingsan.
3.       Majas pertautan
a.       Metonimia adalah majas yang menggunakan nama orang, barang, atau yang lain sebagai pengganti.  Misalnya, ayah baru membeli mobil zebra, padahal aku inin kijang.
b.      Sinekdoke adalah majas yang yang menyebutkan nama sebagian sebagai pengganti nama keseluruhannya (pars pro toto) atau sebaliknya, keseluruhan untuk sebagian (totem pro parte). Misalnya, indonesia memperoleh medali emas dalam kejuaraan bulu tangkis.
c.       Alusio adalah majas yang menunjuk secara tidak langsung pada suatu hal/peristiwa atau suatu tokoh. Misalnya, jika gempa terjadi, kami teringat bencana tsunami yamg telah memorak-porandakan segalanya.
4.       Majas perulangan
a.       Pleonasme adalah majas yang pengungkapan kata-katanya berlebihan dalam rangka penegasan dalam arti kata. Misalnya, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri.
b.      Aliterasi adalah majas yang memakai kata-kata yang bunyi awalnya sama. Misalnya, Dara damba daku/datang dari danau.
c.       Repitisi adalah majas perulangan kata atau kelompok kata yang sama. Misalnya, sepisau luka sepisau duri/sepisaupa sepisaupi.

Berkembangnya Bahasa Indonesia di Negara luar

           Pada saat ini bahasa Indonesia sudah dipelajari di lebih dari 45 negara di dunia? Beberapa negaranya adalah Australia, Jepang, Vietnam, Mesir, dan Italia. Hal ini membuat bahasa Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Paling Populer di Australia
           Di Australia, bahasa Indonesia merupakan bahasa paling populer keempat. Ada kurang lebih 500 sekolah pada tingkat pendidikan dasar yang mengajarkan bahasa Indonesia di negara kanguru ini. Sama seperti di Negara kita, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang wajib dipelajari di tingkat sekolah dasar. Beberapa universitas di Australia ini juga ada yang menyediakan jurusan bahasa atau sastra Indonesia lho, hal ini membuat Australia menjadi salah satu negara yang paling populer mengembangkan bahasa Indonesia. jadi jangan heran kalau kamu sedang berkunjung ke Australia, kamu menemukan anak – anak SD yang bisa menyapa kita dengan sapaan khas orang Indonesia ‘Selamat pagi, apa kabar? 

Pusat Studi Indonesia di Afrika
           Salah satu Negara di benua Afrika, yaitu Mesir tercatat sebagai negara yang paling utama mengembangkan bahasa Indonesia. Negara Mesir baru saja membangun Pusat Studi Indonesia lho. Pusat Studi ini ada di Suez Canal University, dan merupakan langkah awal untuk lebih mendalami Indonesia dari semua aspek, mencakup ideologi, politik, sosial dan budaya, ekonomi dan pertahanan keamanannya.

Menjadi Bahasa Pilihan di Situs Klub Sepak Bola
          Juventus, Intermilan, dan AC Milan  tiga klub sepak bola di Itali ini telah meluncurkan situs resmi mereka dalam bahasa Indonesia. Hal itu menunjukan kalau Itali  juga memiliki minat mendalam terhadap bahasa Indonesia.
Dan masih banyak lagi Negara-negara selain Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia seperti jepang, Vietnam, dll.

Sumber : http://remaja.suaramerdeka.com/2012/07/10/kehebatan-bahada-indonesia-di-dunia/

Kamis, 26 April 2012

FOTOBOX OTOMATIS



ANALISIS :

untuk yang pertama, yaitu faktor psikologis:

Dengan buttons (tombol-tombol) yang tersedia, pengguna dapat dengan mudah menggunakannya. Dalam mesin fotobox ini tersedia button “snapshot” yang berfungsi untuk mengambil gambar, button “capture” untuk merekam video, button “desktop” untuk mengubah tampilan background, button “print” untuk mencetak gambar yang kita inginkan, button “trash” untuk menghapus gambar yang tidak diinginkan.

untuk yang kedua, yaitu faktor ergonomis:

fotobox ini menggunakan teknologi layar sentuh (touchscreen) dan sensor gerak untuk mengabil gambar si penggunannya. Ketika pengguna melihat ke camera, pengguna dapat berexpresi dan kamera akan mengambil secara otomatis apabila pengguna diam atau tidak bergerak dengan expresi yang sudah ditentukan dengan waktu selama 3 detik. Dan dapat dilakukan secara manual dengan cara menyentuh menu yang tersedia pada tampilan monitor. Gambar yang telah diambil akan tersimpan terlebih dahulu sebelum dicetak. Sehingga gambar yang tidak diinginkan oleh pengguna dapat dihapus sebelum dicetak. Sedangkan untuk mengabil merekam gambar

untuk yang ketiga, yaitu faktor kecerdasan buatan atau artificial intelligent:

mesin fotobox ini dapat mengabil gambar maupun video dengan cara sensor gerak maupun touchscreen. Selain hasilnya dapat dicetak dan dapat diburning dalam kepingan kepingan CD. Mesin fotobox ini terhubung langsung dengan internet, sehingga gambar dapat langsung di upload ke situs facebook dan video dapat diupload ke situs youtube. Sehingga pengguna dapat dengan bebas berexpresi di dalam fotobox ini.

Untuk yang keempat, yaitu factor tekhnik penulisan :

Dalam hal ini tulisan yang saya gunakan sangat simpel sehingga dapat mudah dimengerti oleh semua pengguna. Dan semua itu ditampilkan secara simbolis (menggunakan symbol) sehingga para pengguna mudah mencari apa yang mereka inginkan.

Untuk yang kelima, yaitu factor multimedia :

Karena mesin ini adalah mesin fotobox sudah pasti menggunakan kamera, dan kamerapun sudah memiliki kualitas yang bagus yaitu dalam mega pixel dan dilengkapi oleh audio berupa music yang dapt didengarkan oleh para pengguna. Dan banyak animasi-animasi yang dapat digunakan sebagai pelengkap dalam berfoto.

Untuk yang keenam, yaitu software:

Software yang digunakan untuk aplikasi ini adalah menggunakan webcam beerbasis computer. Dan untuk menggunakan mesin fotobox ini dengan cara memasukkan uang kertas pada lubang yang terletak pada mesin fotobox ini. Nominal uang untuk mengabil gambar minimal Rp. 5000, untuk tiga kali pengambilan gambar. Dan untuk merekam video nominal uang minimal Rp. 15.0000 untuk perkeping CD dengan waktu 30 mnt.

Minggu, 25 Maret 2012

analisa web

Saya akan mencoba menganalisa situs Satuan Acara Perkuliahan (SAP) http://sap.gunadarma.ac.id/


1. Faktor Psikologi


Didalam situs itu kita bisa mendapatkan informasi tentang Satuan Acara Perkuliahan (SAP) yang ada di universitas gunadarma. Tampilan utama pada situs ini sangat menarik, terlihat simple tetapi semua informasi yang berkaitan dengan Satuan Acara Perkuliahan (SAP)tersedia lengkap disana.

2. Faktor Ergonomis

Meliputi bagaimana penempatan isi situs secara umum. Isi situs secara umum seperti ada sebuah menu halaman utama. Isi menu pada situs tersebut mulai dari prosedur BAAK Online , Halaman Utama , Daftar SAP , Search SAP , Daftar Koordinator. Semua penempatan menu layanan pada web tersebut juga sudah cukup baik.

3. Faktor Kecerdasaan Buatan

Perancang web ini sudah memberikan konsep yang baik. Sesuai dengan tujuan untuk memberikan informasi seputar SAP, tidak membingungkan seseorang kita sedang membuka situs ini. Penulisan dan tutur kata yang di sampaikan juga sudah cukup jelas.

4. Faktor Teknik Penulisan

Teknik penulisan pada web ini sudah cukup baik. Dari segi tampilan ukuran tulisan juga sudah cukup baik. Pada pewarnaan pada tulisan web ini juga tidak menggunakan warna-warna mencolok dan juga penggunaan warnanya sesuai dengan karakteristik dengan Universitas Gunadarma.

5. Faktor Rekayasa Perangkat Lunak

Pembuatan situs web ini juga membuat tampilan menu yang simpel, minimalis, dan jelas lansung tertuju kepada informasi yang kita cari

6. Faktor Multimedia

Pada web ini tidak menggunakan animasi yang bergerak ataupun berbagai iklan, tetapi hanya menyediakan berbagai informasi SAP yang ada di Universitas Gunadarma.


nama : Fadlilah Santoso
kelas : 2kb05
npm : 22110489

design online shop



NAMA : FADLILAH SANTOSO
NPM : 22110489
KELAS : 2KB05

Senin, 14 November 2011

MAKALAH

fadlilah santoso

selasa, 15 November 2011
MAKALAH


TUGAS MATA KULIAH SOFT SKILL

MAKALAH
MANAJEMEN PROYEK & MANAJEMEN RISIKO
( PROJECT COST MANAJEMEN & PROJECT QUALITY MANAJEMEN )








Disusun Oleh :
1. Aab Abrory ( 29110208 )
2. Anggraini ( 20110847 )
3. Fauzi Arizal ( 22110651 )
4. Fadlilah Santoso ( 22110489 )
5. Ika Retnaningsih ( 23110406 )
6. Juwi Kuswanda ( 23110821 )
7. Syafitrah Priyo H ( 26110771 )

KELOMPOK 4

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN SISTEM KOMPUTER
UNIVERSITAS GUNADARMA
2011




Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunianya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas Makalah ini.
Makalah yang kami buat ini berisi tentang bagian – bagian dari manajemen proyek dan risiko yaitu mengenai project cost manajement ( manajemen biaya ) dan project quality manajement ( manajemen kualitas ).
Kami menyadari makalah yang kami buat ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu serta berperan dalam proses penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Dan semoga makalah yang kami buat ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca dalam memahami tentang bagian dari manajemen proyek dan risiko. Amin


Bekasi, 11 november 2011


Penyusun,






DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I. Project Cost Manajemen

I. 1 Pengertian Cost dan Project Cost Manajemen 1
I. 2 Pentingnya Project Cost Manajemen 1
I. 3 Tahapan Biaya Manajemen Proyek 2
I. 4 Masalah – Masalah dengan Estimasi Biaya IT 3
I. 5 Cost Estimation Tools & Techniques 3
I. 6 Constructive Cost Model ( COCOMO ) 4
I. 7 Cost Control 4
I. 8 Earned Value Management (EVM) 4
I. 9 Tipe – Tipe Estimasi Biaya 6
I. 10 Klasifikasi Biaya Untuk Prediksi Prilaku Biaya 7
I. 11 Klasifikasi Biaya Untuk Pengambilan Keputusan 8

BAB II. Project Quality Management

II. 1 Pengertian Kualitas 9
II. 2 Pengertian Manajemen Kualitas 9
II. 3 Manajemen Kualitas Proyek 10
II. 4 Continuous Quality Management 10
II. 5 Proses Manajemen Model 10
II. 6 Syarat Penggunaan dalam Quality Manajemen 11
II. 7 Quality Assurance 12
II. 8 Total Quality Manajemen 12
II. 9 Sistem manajemen Kualitas 15
II. 10 Deskriptif / preskriptif 16
II. 11 Definisi Sistem 17
II. 12 Penilaian Terhadap Sistem 20
II. 13 Teknologi Konstruksi 21
II. 14 Pentingnya Sistem Manajemen Kualitas 22




BAB I
PROJECT COST MANAJEMENT

Project Cost Manajement atau biasa disebut dengan manajemen biaya adalah sebuah metode yang menggunakan teknologi untuk mengukur biaya dan produktivitas melalui siklus hidup penuh proyek tingkat perusahaan. Project Cost Manajemen meliputi beberapa fungsi khusus manajemen proyek yang mencakup kontrol pekerjaan memperkirakan, pengumpulan data lapangan, penjadwalan, akuntansi dan desain.
Dimulai dengan memperkirakan, alat vital di Project Cost Manajement, data historis aktual digunakan untuk merencanakan secara akurat semua aspek proyek. Karena proyek akan terus berlanjut, kontrol pekerjaan menggunakan data dari estimasi dengan informasi yang dilaporkan dari lapangan untuk mengukur biaya dan produksi dalam proyek. Dari inisiasi proyek sampai selesai, proyek manajemen biaya memiliki tujuan untuk menyederhanakan dan murahnya pengalaman proyek.

I.1 PENGERTIAN COST DAN PROJECT COST MANAJEMEN

Cost atau Biaya adalah semua sumber daya yang harus dikorbankan untuk mencapai tujuan spesifik atau untuk mendapat sesuatu sebagai gantinya. Biaya pada umumnya diukur dalam satuan keuangan seperti dollar, rupiah, dsb

Project Cost Manajemen atau Manajemen Biaya Proyek adalah proses yang dibutuhkan untuk menjamin bahwa proyek dapat diselesaikan sesuai dengan budget yang telah disepakati.

I.2 PENTINGNYA PROJECT COST MANAJEMEN

Informasi manajemen biaya merupakan informasi yang dibutuhkan untuk mengelola secara efektif perusahaan atau organisasi non laba. Informasi keuangan saja dapat mengakibatkan misleading karena infomasi tersebut cenderung berfokus pada jangka pendek.


I.3 TAHAPAN BIAYA MANAJEMEN PROYEK

Terdapat 3 tahapan dalam biaya manajemen proyek yaitu:
Cost estimating: membuat sebuah estimasi dari biaya dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek
Cost budgeting: mengalokasikan semua estimasi biaya tersebut pada tiap paket kerja untuk membuat sebuah baseline, agar dapat diukur kinerjanya
Cost control: mengendalikan perubahan dana proyek






I.4 MASALAH – MASALAH DENGAN ESTIMASI BIAYA IT

Membuat estimasi untuk proyek perangkat lunak yang besar merupakan pekerjaan yang cukup besar, mengingat bahwa estimasi biaya dilakukan pada berbagai level proyek
Banyak orang melakukan estimasi dengan sedikit pengalaman akan pekerjaan yang berkaitan. Solusinya adalah cobalah untuk melakukan berbagai pelatihan dan mentoring
Setiap orang memiliki bias masing-masing akan estimasi. Solusinya berikan pertanyaan-pertanyaan kritis yang meyakinkan bahwa estimasi tidak bias.
Manajemen menginginkan sejumlah tawaran,bukan estimasi sebenarnya. Manajer Proyek harus bisa bernegosiasi dengan sponsor proyek agar dapat membuat estimasi biaya yang realistis

I.5 COST ESTIMATION TOOLS & TECHNIQUES

Analogous Estimates ( Top Down Estimates)
Mengestimasi biaya proyek berdasarkan biaya aktual dari proyek sebelumnya yang dianggap “mirip” dengan proyek yang akan dikerjakan
Bottom Up Estimates
Estimasi berdasarkan setiap paket kerja terkecil dan menjumlahkan seluruhnya hingga diperoleh biaya total dari sebuah proyek
Parametric Modeling
Estimasi biaya proyek dilakukan dengan memanfaatkan karakteristik proyek sebagai parameter dalam model matematika.
Contoh : Model Aircraft Cost

I.6 CONSTRUCTIVE COST MODEL ( COCOMO )

Salah satu model parameter yang terkenal dibuat oleh Barry Boehm
Digunakan untuk mengestimasi biaya pembuatan perangkat lunak berdasarkan jumlah baris kode (source lines of code/SLOC)atau function points.
COCOMO II, model terkomputerisasi yang sudah tersedia di Web

I.7 COST CONTROL

Adalah suatu Proses dalam pengendalian biaya termasuk dalam;
monitoring kinerja pembiayaan
meyakinkan bahwa hanya perubahan yang tepat yang termasuk dalam baseline biaya yang direvisi
memberikan informasi pada stakeholders bahwa perubahan dapat mengakibatkan perubahan biaya pula\
I.8 EARNED VALUE MANAGEMENT (EVM )

EVM adalah alat untuk mengukur kinerja proyek yang mengintegrasikan ruang lingkup, waktu dan data biaya. Untuk menggunakan EVM harus dibuat terlebih dahulu baseline (original plan plus approved changes). Dengan baseline dapat dievaluasi apakah proyek berjalan dengan baik atau tidak. Secara periodik informasi aktual mengenai kinerja proyek harus diperbaharui sehingga pemanfaatan EVM dapat optimal.

ISTILAH – ISTILAH DALAM EVM
Planned Value (PV) adalah rencana porsi total estimasi biaya yang sudah disetujui untuk dikeluarkan pada sebuah aktivitas selama perioda tertentu
Actual Cost (AC) adalah biaya total langsung maupun tidak langsung yang digunakan dalam rangka menyelesaikan pekerjaan sesuai aktivitasnya selama perioda tertentu
Earned Value (EV) adalah estimasi nilai (value) pekerjaan fisik yang sebenarnya telah selesai, berdasarkan rate of performance ( RP), yaitu perbandingan pekerjaan yang selesai terhadap pekerjaan yang rencananya diselesaikan dalam waktu tertentu
Cost Variance ( CV), variabel yang menunjukkan apakah kinerja biaya sudah melebihi atau masih kurang dari biaya yang sudah direncanakan
Schedule Variance ( SV), variabel yang menunjukkan apakah jadwal yang lebih lama/lebih lambat dari yang direncanakan
Cost Performance Index ( CPI) , variabel yang dpt digunakan untuk mengestimasi biaya pada saat proyek selesai berdasarkan kinerja proyek sampai waktu tertentu
Schedule Performance Index ( SPI) , variabel yang dpt digunakan untuk mengestimase waktu selesainya proyek, berdasarkan kinerja proyek sampai waktu tertentu
MAKNA ANGKA DALAM EVM
Angka negatif untuk CV dan SV mengindikasikan masalah dalam kinerja proyek. Biaya proyek berarti sudah melebihi dari yang direncanakan atau waktu yang digunakan sudah lebih panjang daripada yang direncanakan
CPI dan SPI < 100% juga menunjukkan adanya masalah dalam kinerja proyek


I.9 TIPE – TIPE ESTIMASI BIAYA


Tipe Estimasi

Kapan Dilakukan

Mengapa Dilakukan

Akurasi
ROM (Rough of Magnitude)

3-5 tahun sebelum proyek dikerjakan

Untuk memberikan estimasi biaya dalam rangka seleksi proyek

-25% -- +75%
Budgetary

1-2 tahun sebelum proyek dilakukan

Untuk mengestimasi budget organisasi

-10% -- +25%
Definitive

0-1 tahun sebelum proyek dilakukan

Untuk mengestimasi biaya detail sebuah proyek

-5 % -- +10%




I.10 KLASIFIKASI BIAYA UNTUK PREDIKSI PRILAKU BIAYA
Prilaku biaya adalah bagaimana sebuah biaya akan bereaksi atau merespon perubahan yang terjadi dalam aktifitas perusahaan. Jika tingkat kegiatan naik atau turun, maka sebuah biaya dapat mengalami kenaikan atau penurunan baik secara proporsional maupun tidak, bisa pula biaya tersebut tidak berubah.
Berdasarkan prilakunya, biaya diklasifikasikan menjadi:
· Biaya variabel
· Biaya Tetap
· Biaya Campuran ( Mixed )

Biaya variabel, merupakan biaya yang jumlah totalnya berubah berbanding lurus dengan perubahan volume/aktifitas, tetapi besarnya perunitnya tetap.
Contohnya :
· Biaya bahan baku
· Biaya Tenaga Kerja
· Bahan Pembungkus


Biaya Tetap, merupakan biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran volume/aktivitas yang relevan,tetapi besaran perunitnya berubah berbanding terballik dengan jumlah volume / aktivitas.

Contohnya :
· Penyusutan / sewa gedung kantor, pabrik
· Gaji Direksi
· Biaya Pelatihan Karyawan




Biaya Campuran, merupakan biaya campuran yang mengandung unsur biaya variabel dan biaya tetap. Biaya campuran berfluktuasi namun tidak proporsional dalam merespon perubahan kegiatan/aktifitas. Sering juga disebut sebagai biaya semi variabel.
Contohnya :
· Biaya Listrik, Telepon
· Gaji Supervisor
· Biaya Pengiriman

I.11 KLASIFIKASI BIAYA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Untuk kepentingan pengambilan keputusan pengambilan bisnis, biaya diklasifikasikan menjadi 3, yaitu :
· Biaya diferensial ( diferential cost )
· Biaya kesempatan ( oportinity cost )
· Biaya masa lalu ( sunk cost )

Biaya kesempatan ( oportinity cost ) adalah suatu manfaat potensial yang hilang ketika sebuah alternatif dipilih.

Biaya masa lalu ( sunk cost ) merupakan suatu biaya yang sudah terjadi dimasa lalu dan tidak dapat diubah pada saat ini maupun masa datang. Karena biaya ini tidak dapat diubah oleh keputusan sekarang maupun keputusan yang akan datang. Dengan demikian biaya ini dapat dan seharusnya diabaikan ketika melakukan analisis tindakan untuk masa yang akan datang.



BAB II
PROJECT QUALITY MANAGEMENT

II. 1 PENGERTIAN KUALITAS
Mutu (kualitas) dalam kerangka ISO 9000 didefinisikan sebagai “ciri dan karakter menyeluruh dari suatu produk atau jasa yang mempengaruhi kemampuan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan tertentu”. Hal ini berarti bahwa kita harus dapat mengidentifikasikan ciri dan karakter produk yang berhubungan dengan mutu dan kemudian membuat suatu dasar tolak ukur dan cara pengendaliannya.
Definisi ini jelas menekankan pada kepuasan pelanggan atau pemakai produk. Dalam suatu proyek gedung, pelanggan dapat berarti pemberi tugas, penyewa gedung atau masyarakat pemakai. Misalnya dari segi disain, kepuasan dapat diukur dari segi estetika, pemenuhan fungsi, keawetan bahan, keamanan, dan ketepatan waktu. Sedangkan dari segi pelaksanaan, ukurannya adalah pada kerapihan penyelesaian, integritas (sesuai gambar dan spesifikasi) pelaksanaan, tepatnya waktu penyerahan dan biaya, serta bebas cacat.

II. 2 PENGERTIAN MANAJEMEN KUALITAS
Manajemen Mutu adalah aspek-aspek dari fungsi manajemen keseluruhan yang menetapkan dan menjalankan kebijakan mutu suatu perusahaan/organisasi. Dalam rangka mencukupkan kebutuhan pelanggan dan ketepatan waktu dengan anggaran yang hemat dan ekonomis, seorang manager proyek harus memasukkan dan mengadakan pelatihan management kualitas. Hal hal yang menyangkut kualitas yang di maksud diatas adalah :


· Produk / pelayanan / proses pelaksanaan.
· Proses management proyek itu sendiri.
Didalam tuntutan zaman , dan dalam era persaingan bebas, kita harus banyak belajar tentang hal hal yang menyangkut proses manajemen dalam lingkungan kerja, terutama tentang pentingnya sistem dan realisasinya dalam proyek di lapangan.

II. 3 MANAJEMEN KUALITAS PROYEK
Pada bagian ini di fokuskan pada proses dari management proyek. Ada 2 model atau teknik yang telah sukses di gabungkan dan di terapkan dalam pelatihan di konsultan konsultan konstruksi dalam meningkatkan kinerja proses dari management proyek, antara lain : Continuous Quality Model dan Process Quality Management Model.

II. 4 CONTINUOUS QUALITY MANAGEMENT
Merupakan cara yang digunakan sebuah perusahaan yang mana dapat digunakan untuk meningkatkan proses bisnis mereka. Ini merupakan cara hidup dari semua organisasi yang ingin mencapai posisi yang kompetitif dalam arus industrisasi yang cepat.

II. 5 PROSES MANAJEMEN MODEL
Model atau cara ini digunakan menghubungkan faktor kesuksesan yang kritis pada proses bisnis . Ini membangun dasar pondasi yang mana Continous Quality Management Model meneruskan mengadakan suatau analisis yang terhadap langkah langkah dan proses dalam meningkatkan dan memanfaatkan kesempatan yang ada.
Penggunaan kualitas dalam proyek konstruksi
Management kualitas yang terpadu merupakan pendekatan yang umum di gunakan untuk mendapatkan suatu kualitas yang diinginkan. Dan kualitas suatu proyek adalah masalah yang khusus yang mana wajib memerlukan penafsiran yang khusus pula.
Ada 6 (enam) lingkup dari pekerjaan proyek yang mana kualitas harus diuji dan diperiksa yaitu :
· Kualitas dari penerangan dan keputusan dari klien
· Kualitas dari proses disain
· Kualitas Material dan komponen
· Kualitas dari kumpulan proyek
· Kualitas dari kegiatan management proyek
· Management proyek sebagai rata rata dari peningkatan kualitas proyek

II. 6 SYARAT PENGGUNAAN DALAM QUALITY MANAJEMEN
Ada beberapa bagian yang mana digunakan dalam management kualitas. Dalam konteks konstruksi beberapa akan di jelaskan.
1. Inspeksi
Inspeksi merupakan alat untuk mengukur kegiatan proses konstruksi untuk memeriksa apakah standard spesifikasi udah di capai.
2. Quality control
Pengendalian Mutu (Quality Control) adalah teknik dan aktivitas operasi yang digunakan agar mutu tertentu yang dikehendaki dapat dicapai. Aktivitasnya mencakup monitoring, mengeliminir problem yang diketahui, mengurangi

penyimpangan/perubahan yang tidak perlu serta usaha-usaha untuk mencapai efektivitas ekonomi.
Mutu (kualitas) dalam kerangka ISO-9000 didefinisikan sebagai “ciri dan karakter menyeluruh dari suatu produk atau jasa yang mempengaruhi kemampuan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan tertentu”. Hal ini berarti bahwa kita harus dapat mengidentifikasikan ciri dan karakter produk yang berhubungan dengan mutu dan kemudian membuat suatu dasar tolok ukur dan cara pengendaliannya.

II. 7 QUALITY ASSURANCE
Pemastian Mutu (Quality Assurance) adalah seluruh tindakan yang sistematis dan terencana yang diperlukan agar terjadi kepastian dan kepercayaan terhadap mutu produk/jasa yang diberikan. Aktivitasnya mencakup kegiatan proses, baik internal maupun eksternal termasuk merumuskan kebutuhan pelanggan. Maksud dari Quality assurance ini adalah mengidentifikasi kemajuan dari kualitas. Quality assurance mengevaluasi cost dari proyek secara keseluruhan secara teratur untuk menetapkan anggaran yang keluar relevan dan sesuai dengan standard kualitas.

II. 8 TOTAL QUALITY MANAGEMENT ( MANAJEMEN TERPADU )
Pada tahun-tahun sekarang sangat sangat penting meningkatkan kualitas dari sebuah produk yang di hasilkan . Tekanan ini banyak datang dari perusahaan -perusahaan besar internasional seperti perusahaan mobil dan computer. Persaingan antar perusahaan tersebut lebih memaksa mereka untuk lebih lagi meningkatkan kualitas produk yang di hasilkan, agar mendapat kepercayaan dari pasar..
5( lima ) pilar dalam Total quality management
Semua sistem manajemen yang menjunjung tinggi kemanusiaan di perlukan untuk menyatukan prinsip prinsip Total quality management ke dalam setiap aspek organisasi. Bill Creech, salah seorang dari Tim manajemen impian tahun 90-an di Amerika, telah lama menggunakan lima pilar sebagai suatu cara untuk memberikan


gambaran akan perlunya dasar yang luas bagi TQM . Menurut Bill Creech ,Produk adalah titik pusat untuk tujuan dan pencapaian organisasi. Mutu dalam produk tidak mungkin ada tanpa mutu di dalam proses. Mutu di dalam proses tidak mungkin ada tanpa organisasi yang tepat. Organisasi yang tepat tidak ada artinya tanpa pemimpin yang memadai. Komitmen yang kuat dari bawah ke atas merupakan pilar pendukung bagi semua yang lain. setiap pilar tergantung pada pilar yang lainnya , dan kalau salah satu lemah sendirinya yang lain akan lemah.
Penerapan TQM dalam Organisasi
Didalam 5 pilar manajemen kualitas terpadu , organisasi merupakan pilar di tengah. Cara kita berorganisasi jelas mempengaruhi semua unsur dan kegiatan yang lain. Organisasi adalah kerangka kerja yang diandalkan oleh seluruh sistem manajemen untuk mendapatkan hasil kerja yang efisien. Untuk alasan tersebut organisasi lebih dari sesuatu dalam menentukan kesehatan dan vitalitas keseluruhan dari sistem. Pengalaman menunjukan bahwa beberapa struktur organisasi hanya cocok untuk sistem sentralisasi,
sedangkan yang lain hanya cocok untuk sistem desentralisasi. Penetapan sentralisme pada input dan ketergantungan pada peraturan yang berlebihan menekan semangat manusia . Perlakuan yang kasar terhadap factor sistem manusia memuat orang merasa terasing dan juga bisa memadamkan motivasi kita. Sebaliknya struktur desentralisasi mempermudah pemimpin dan membebaskan kreatifitas. Sebenarnya. Pertanyaaan kuncinya adalah organisasi mengembangkan atau meredam semangat manusia. Oleh karena itu bagaimana kita memilih organisasi yang dapat melambungkan dan organisasi yang dapat memjatuhkan kita. Berkenaan dengan hal itu , memikirkan struktur sebuah organisasidalam arti vertical merupakan hal yang tradisional. Seertisebuah pyramid dengan sebuah puncak, suatu
dasar, dengan berlapis lapis manajemen diantaranya. Tetapi ini dapat juga di pikirkan sebagai sebuah segitiga , yang terletak pada sebuah sisinya, ada bagian depan dan belakang. Semakin tinggi rasio gigi ke ekor dari organisasi itu. Tak perlu di pertanyakan

lagi, semakin sengitnya persaingan dalam era globaliasi, semakin banyak gigi yang diperlukan. Karyawan di bagian depan, di ujung tombak yang langsung berhadapan dengan pelanggan dan pesaing.
Kebanyakan dalam bisnis Amerika menyebut karyawan sebagai Frontline
(garis depan), tetapi itu hanya berupa pemikiran depan ke belakang. Dalam analisis akhir, peran dimenangkan dengan apa yang terjadi di depan .Hasil akhir dari persaingan ekonomi antar organisasi dan antar negara ditentukan dengan cara yang tepat sama. Hasil akhirnya tergantung pada pelaksana ujung tombak. Oleh karena itu pemikiran konseptual mengenai organisasi harus dimulai dari bawah (di bagian depan) dan di lanjutkan dari situ, dengan focus yang semakin terpusat pada cara membuat struktur tebaik bagi organisasi dan mengatur agar baggian garis depan menjadi kompeten, kreatif, dan memberikan komitmennya sebagai prasyarat untuk sukses.
Perubahan sekarang sudah menyebar ke mana mana dan proses mutu diucapkan oleh banyak orang. Tetapi hanya sedikit terjadi perubahan yang sebenarnya. Hal ini disebabkan oleh kebanyakan perusahaan sedang memandang proses yang terjadi bukan merupakan perpanjangan dari permintaaan mereka dari seluruh organisasi. Ini merupakan penghapusan yang serius karena di situklah kerusakan paling menyedihkan akibat sentralisme. Struktur yang di hasilkan nya dan tergantung dalam rangka.
mendukung ajarannya adalah kebalikan dari cepat tanggap dan fleksibilitas. Dan hal itu membuat kuno dan tidak cocok dengan persaingan gerak cepat dari zaman globalisasi. Sementara beberapa praktisi.sentralisme yang penuh keyakinan mengaku mendukung perubahan , dalam kenyataanya perubahan tadi hanyalah tambal sulam pada suatu sistem yang pada dasarnya demikian rusak seingga kegunaan dari tambalan tadi demikian kecil.



II. 9 SISTEM MANAGEMENT KUALITAS
Pengertian Sistem
Dari segi Etimologi, kata sistem sebenarnya berasal dari Bahasa Yunani yaitu
“Systema”, yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan “SYSTEM”, yang mempunyai satu pengertian yaitu sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan satu keseluruhan yang tidak terpisahkan. Berikut ini pengertian sistem yang di berikan oleh para ahli :
Buckley
Sistem adalah suatu kebulatan atau totalitas yang berfungsi secara utuh, disebabkan adanya saling ketergantungan diantara bagian-bagiannya. (A whole that functions as a whole by virtue of interdependence of its parts).
Sistem adalah sekelompok komponen yang terdiri dari manusia dan/atau bukan manusia (non-human) yang diorganisir dan diatur sedemikian rupa sehingga komponen-komponen tersebut dapat bertindak sebagai satu kesatuan dalam mencapai tujuan, sasaran bersama atau hasil akhir. Pengertian ini, mengandung arti pentingnya aspek pengaturan dan pengorganisasian komponen dari suatu sistem untuk mencapai sasaran bersama, karena bila tidak ada sinkronisasi dan koordinasi yang tepat, maka kegiatan masing-masing komponen, sub-sistem, atau bidang dalam suatu organisasi akan kurang saling mendukung.
B.S. Blanchard (1990)
Engineering System adalah aplikasi yang efektif dari usaha-usaha ilmu pengetahuan dan engineering dalam rangka mewujudkan kebutuhan operasional menjadi suatu sistem konfigurasi tertentu, melalui proses yang saling terkait berupa definisi keperluan analisis fungsional, sintesis, optimasi, desain, tes, dan evaluasi.
Pemakaian sistem dapat di golongkan secara garis besar dalam 2 golongan pemakaian yaitu :
1. Menunjukan pada suatu bentuk fisik, sesuatu wujud benda, abstrak maupun konkrit termasuk juga konsepsi yang dikenal dengan deskriptif
2. Menunjukan suatu metode atau tata-cara yang dikenal dengan preskriptif
Sistem paling sering digunakan untuk menunjukan pengertian metode atau cara dan sesuatu himpunan unsur atau komponen yang saling berhubungan satu sama lain menjadi satu kesatuan.

II. 10 DESKRIPTIF / PRESKRIPTIF
Ini sebuah mobil. Ini sebuah mobil yg bisa memberi layanan transportasi ekonomis. Ini program investasi yang akan meningkatkan deviden. Ini perlengkapan keamanan yang akan mencegah kecelakaan contoh tersebut di atas menunjukan pada suatu wujud barang atau benda dalam pengertian deskriptif yang berlainan dengan benda yang dipergunakan dalam pengertian preskriptif yaitu sebagai suatu metode atau alat untuk mencapai sesuatu.
Konsep pengertian sistem sebagai suatu metode ini dikenal dalam pengertian umum sebagai pendekatan sistem yang merupakan penerapan metode ilmiah dalam memecahkan suatu masalah. Ada banyak penyebab atas terjadinya sesuatu masalah. Jadi pendekatan sistem menyadari adanya kerumitan di dalam kebanyakan permasalahan. Misalnya dalam kasus suatu kecelakaan mobil kita tidak bisa menganggap terjadinya kecelakaan akibat mobil dijalankan ngebut. Apabila dikaji lebih cermat banyak faktor yang dapat menjadi penyebab kecelakaan mobil. Secara singkat dapat dikatakan bahwa banyak manfaat yang kita peroleh dengan mengambil kesimpulan atau keputusan secara sistematik ini.



II. 11 DEFINISI SISTEM
Adalah sehimpunan unsur yang melakukan sesuatu kegiatan atau menyusun skema atau tata cara melakukan sesuatu kegiatan pemrosesan untuk mencapai sesuatu atau beberapa tujuan, mendayagunakan atau mengolah atau memberlakukan persayaratan produk, jadwal, bahan mentah, dan daya listrik yang diubah menjadi daya mekanik guna menghasilkan karya, produk dan informasi yang telah direncanakan atau ditetapkan pada saat para langganan memerlukannya.
Sistem Informasi Manajemen. Sekumpulan orang, seperangkat pedoman dan alat perlengkapan pengolah data memilih, menyimpan, mengolah dan mengambil kembali data (mengolah data dan bahan) untuk mengurangi ketidakpastian di dalam pembuatan keputusan dengan menghasilkan atau memberikan informasi bagi/kepada pimpinan pada saat pimpinan tersebut bisa mempergunakannya seefisien-efisiennya.
Sistem Organisasi Usaha. Sekumpulan orang mencari dan mengolah sumbersumber material dan informasi untuk mencapai berbagai macam tujuan bersama termasuk keuntungan ekonomi bagi perusahaan dengan menyelenggarakan pembelanjaan atau penganggaran, perancangan, memproduksi dan pemasaran. guna menghasilkan produk akhir dan berhasil memasarkannya sebanyak jumlah minimum tertentu per tahunnya.
Jika diperhatikan ketiga contoh di atas, maka nampak ada unsur difinisi yang selalu ada yaitu:
1. Sehimpunan Unsur
2. Tujuan Sistem
3. Wujud Hasil Kegiatan atau Proses Sistem dalam Kurun Waktu sistem konstruksi
Bagaimana dengan pengertian Sistem yang dikaitkan dengan Konstruksi, yang sering ditulis dengan sistem konstruksi. Sebenarnya kata konstruksi menurut Bahasa Indonesia lebih dekat dengan kata dari Bahasa Belanda “Konstruktie”, karena kata
Konstruksi yang dimaksudkan disini adalah wujud sesuatu bangunan. Sehingga kata Konstruksi haruslah berupa kata benda. Jadi Konstruksi disini bukanlah terjemahan langsung dari Bahasa Inggris yaitu dari kata “Construction”, yang berarti pembangunan. Sehingga “Construction System” menurut Bahasa Inggris lebih tepat diterjemahkan menjadi Sistem Pembangunan yang dekat dengan pengertian “Construction Management”. Jadi yang dimaksud dengan Sistem Konstruksi disini adalah sistem bangunan atau jenis-jenis bangunan atau dalam Bahasa Inggris sebenarnya lebih tepat disebut dengan “Structural System”.
Dengan menggunakan konsep di atas maka Sistem Konstruksi dapat diartikan sebagai sekelompok orang, seperangkat pedoman dan peraturan, fasilitas, alat perlengkapan pengolah data melakukan kegiatan atau bekerja untuk menghasilkan jumlah dan jenis konstruksi tertentu dengan mendayagunakan atau memberlakukan persyaratan teknis, sumber daya alam, sumber daya manusia guna menghasilkan hasil karya dan informasi yang telah direncanakan atau ditetapkan pada saat diperlukan. Selanjutnya, Sistem Konstruksi dalam hal ini juga mengandung artikan sebagai gabungan dan kerjasama dari semua unsur Konstruksi, sehingga membentuk satu kesatuan yang kompak dan terpadu menjadi suatu bangunan untuk suatu manfaat tertentu.
Dalam hal Konstruksi Bangunan Sipil, khususnya Konstruksi Jembatan, maka yang dimaksud dengan Sistem Konstruksi adalah suatu konstruksi yang disusun oleh atau terdiri dari sub-sistem yaitu: Bangunan Atas Jembatan, Bangunan bawah jembatan, dan dilengkapi dengan Bangunan Pelengkap Jembatan. Selanjutnya, kalau bahasan analisa kita turunkan satu level dibawahnya yaitu dengan merinci unsur sub-sistem Bangunan Atas Jembatan maka dapatlah kita uraikan lebih jauh bahwa Bangunan Atas tersebut tersusun dari Gelagar Utama, Diafragma, Lantai-Jembatan, Trotoar, Railing-Post, dan Hand-Railing. Memperhatikan uraian di atas dapatlah kita simpulkan bahwa setiap suatu sistem bisa kita uraikan dalam bentuk sub-sistem pada level dibawahnya. Dan secara umum suatu sistem dapat kita jabarkan dalam bentuk suatu hirarki dengan berbagai levelnya.
Marilah kita tinjau sistem dari sebuah Pohon, dimana setiap Pohon akan terdiri dari sub-sistem dibawahnya yaitu: Batang, Cabang, Ranting, Daun dan buah serta akar. Unsur-unsur pohon tersebut, saling bekerjasama, untuk memperoleh suatu manfaat tertentu, antara lain untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan reproduksi. Apabila salah satu atau lebih dari unsur sub-sistem tersebut tidak bekerja atau hilang maka gabungan dari unsur-unsur yang tidak lengkap tersebut tidak dapat kita katakan sebagai sebuah sistem.
Pada suatu sistem yang lebih kompleks misalnya Manusia, dapatlah kita lihat suatu hirarki sebagai berikut: Manusia secara utuh dan lengkap dapat kita sebut sebagai level-1. Selanjutnya sub-sistem yang langsung berada dibawahnya yaitu pada level-2, dapat kita uraikan menjadi Kepala, Tubuh dan Anggota Badan.
Selanjutnya apabila kita teliti lebih jauh pada level sub-sistem berikutnya yaitu pada level-3, maka Kepala dapat pula kita uraikan lebih jauh yaitu terdiri dari mata, telinga, mulut, hidung, dan wajah. Dan seterusnya pada level-4 dapat diuraikan lagi lebih lanjut yaitu untuk Telinga dapat dirinci lebih jauh menjadi: daun-telinga, lubang-telinga, saluran eustachius dan gendang-telinga.
Kalau kita melihat sistem tersebut dengan keterkaitannya kepada dukungan dari unit lain, maka pada tatanan yang mempunyai level sistem yang sama yaitu Teknologi Konstruksi, Keahlian Konstruksi, kelembagaan usaha konstruksi dan jasa Konstruksi, maka akan kita temui suatu kumpulan sistem yang disebut “BIDANG KONSTRUKSI”. Lebih jauh kalau kita melihat pada tatanan yang lebih tinggi yang dikenal dengan sebutan “Supra-Sistemnya”, maka akan kita temui suatu sistem yang cakupannya lebih luas dan lebih menyeluruh, misalnya suatu ruas jalan tertentu dapat kita sebut sebagai Supra-Sistem dari jembatan yang terletak pada ruas tersebut, selanjutnya ruas jalan tersebut dapat pula kita namakan dengan sub-sistem dari suatu sistem jaringan jalan yang lebih luas.

Selanjutnya sistem jaringan jalan ini, dapat pula kita sebut sebagai sub-sistem dari moda-transportasi darat, dimana moda transportasi darat ini dapat pula kita nyatakan menjadi sub-sistem dari sistem transportasi nasional yang mencakup seluruh moda transportasi yang ada yaitu transportasi darat, transportasi laut, dan transportasi udara.

II. 12 PENILAIAN TERHADAP SISTEM
Suatu sistem dapat kita katakan optimum apabila semua unsur-unsur yang mendukung sistem tersebut juga mencapai nilai optimum, di atas telah kita bahas beberapa unsur yang mendukung terwujudnya suatu sistem yang optimum yaitu :
1. Teknologi Konstruksi
2. Keakhlian Konstruksi
3. Kelembagaan Konstruksi
4. Jasa Konstruksi
Selain keempat unsur utama tersebut di atas, maka ada beberapa unsur lainnya yang tidak kalah pentingnya untuk turut pula menjadi pertimbangan secara tersendiri disini, meskipun bahasan dari beberapa unsur tersebut dapat pula kita bahas secara implisit di dalam masing-masing unsur tersebut. Unsur-unsur penting lainnya tersebut adalah sebagai berikut:
1. efektif-Efisien
2. ekonomis
3. financial-viable
4. durability, kesesuaian dengan umur rencana
5. azas-Manfaat, keberpihakan kepada Publik

6. sistem Integrasi, terhadap sistem-sistem lain di lingkungannya
7. dan lainnya (lingkungan hidup, dlsb).
Keseluruhan unsur-unsur di atas haruslah menjadi pertimbangan untuk melakukan penilaian terhadap suatu sistem konstruksi, apakah sistem tersebut optimum atau tidak, yang menjadi masalah lebih lanjut adalah, pemberian bobot terhadap masing–masing unsur. Apakah akan kita beri bobot yang sama ataukah dengan
bobot yang berbeda, menurut common–sense seharusnya bobot untuk masingmasing unsur tersebut harusnya tidak sama, tergantung kepada tingkat kepentingan dari masing-masing unsur yang ditinjau, jadi sangat tergantung kepada tingkat Intervention–Policy yang kita tetapkan

II. 13 TEKNOLOGI KONSTRUKSI
Pengertian Teknologi sebenarnya berasal dari kata Bahasa Perancis yaitu “La Teknique“ yang dapat diartikan dengan ”Semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Dalam hal ini yang dimaksudkan dengan sesuatu tersebut dapat saja berupa benda atau konsep, pembatasan cara yaitu secara rasional adalah penting sekali dipahami disini sedemikian pembuatan atau pewujudan sesuatu tersebut dapat dilaksanakan secara berulang (repetisi). Berbeda kalau kita membahas tentang suatu produk-seni yang mana proses pembuatannya dilaksanakan secara intuitif jadi tidak secara rasional, sedemikian sehingga karya seni tersebut tidaklah dapat dikatagorikan sebagai suatu produk teknologi. Kalau bahasan wacana ini dikembangkan secara lebih jauh maka kata Teknologi ini biasanya mempunyai pasangan kata yang populer yaitu Science, jadi pasangan kata Science dan Teknologi. Sesungguhnya kata Science ini lebih dekat dengan jawaban kata “WHY”, selanjutnya kata Teknologi dilain pihak sangat dekat dengan pengertian kata jawaban dari “HOW”.
Kalau kita bandingkan penguasaan teknologi konstruksi baja dengan konstruksi beton secara umum dapat kita ketahui, bahwa berdasarkan pengalaman selama ini bahwa teknologi pembuatan konstruksi beton lebih banyak dikuasai oleh bangsa kita, apabila

dibandingkan dengan teknologi baja, hal ini dikarenakan bahwa semua unsur material pembuat beton banyak tersedia di Pulau Jawa, karena itu maka nilai rating konstruksi beton kita tetapkan dengan nilai 5, sedangkan untuk konstruksi baja kita tetapkan dengan nilai 3
Selanjutnya kalau kita berikan penilaian terhadap keahlian konstruksi, maka dapat kita ketahui dengan jelas bahwa banyaknya tenaga terampil dan tenaga ahli yang bergerak dibidang pembuatan konstruksi beton lebih banyak dan lebih mudah ditemukan bila dibandingkan dengan, tenaga terampil dan tenaga ahli dibidang konstruksi baja, jadi dapat kita simpulkan disini bahwa nilai rating untuk konstruksi beton pasti lebih tinggi bila dibandingkan dengan konstruksi baja, karena itu kita putuskan nilai untuk beton kita ambil 5 dan untuk konstruksi baja kita ambil nilai 3.

II. 14 PENTINGNYA SISTEM MANAJEMEN KUALITAS
Gelombang globalisasi ekonomi akibat AFTA, GATTS, APEC, WTO, dan lain sebagainya, telah menciptakan kancah kompetisi yang semakin bebas dan ketat. Proteksi yang sebelumnya menjadi benteng bagi produk barang dan jasa dalam negeri, akan hilang diterjang arus liberalisasi. Produk barang dan jasa luar negeri akan bebas masuk ke pasar domestik. Menghadapi situasi seperti ini, terdapat dua pilihan bagi para pelaku usaha jasa konstruksi dan jasa konsultansi yaitu masuk dalam arena kompetisi atau keluar arena kompetisi. Kedua keputusan tersebut memiliki konsekuensi yang sama beratnya. Memasuki arena kompetisi tanpa kekuatan dan strategic sama saja dengan bunuh diri. Keluar dari arena kompetisi tidak berarti luput dari hempasan gelombang globalisasi, malahan boleh jadi dampaknya lebih dahsyat dari pada ikut bertarung pada era kompetisi tersebut. Strategi kompetisi yang paling dapat diandalkan oleh pelaku usaha jasa konstruksi dan jasa konsultansi adalah “strategi kualitas”. Oleh karena itu, para pelaku usaha jasa konstruksi dan konsultansi harus terus berusaha untuk mengembangkan konsepsi dan teknologi kualitas, sejalan dengan kecenderungan globalisasi. Diantara alternatif pilihan yang ada, nampaknya sistem manajemen kualitas ISO9000 dan Total Quality Management (TQM) adalah pilihan yang tepat dan efektif bagi para pelaku usahajasa konstruksi dan konsultansi. TQM

mengembangkan konsep kualitas dari sudut pandang pengguna jasa konstruksi dan jasa konsultansi yang mengartikan kualitas adalah kesesuaian. Bila suatu konstruksi prasarana atau infrastruktur dibangun, dibiayai dan digunakan atau dimanfaatkan oleh pengguna jasa (pemerintah dan masyarakat) sesuai dengan persyaratan , maka dapat di katakana berkualitas. Persyaratan yang dimaksudkan adalah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan penggunaj asa. Oleh karena itu dalam konsep TQM, pengguna jasa bukan hanya diartikan sebagai pembeli bangunan, tetapi diartikan juga sebagai proses berikutnya dan pihak yang menentukan persyaratan. Usaha-usaha peningkatan dan pengendalian kualitas pada awalnya hanya dalam lingkup penyedia jasa dan pengguna jasa. Sehingga diperlukan pihak ketiga yang sifatnya independen. Kehadiran pihak ketiga ini dianggap lebih obyektif dan dapat diterima kedua belah pihak. Sehingga memunculkan lembaga akreditasi di beberapa negara dengan menggunakan produk standar seperti: ASTM, JIS, BS dan lain sebagainya. Untuk memberikan jaminan pada semua pihak yang terlibat dalam perdagangan global (termasuk pelayanan jasa konstruksi/ konsultansi) bagi pihak pengguna jasa, diperlukan pihak ketiga yang independen dan dapat diterima semua pihak. Demikian sedikit kupasan mengenai hubungan globalisasi, jasa konstruksi, konsultansi dengan manajemen kualitas.




DAFTAR PUSTAKA
Internet
http://huangcorp.wordpress.com
http://wikipedia.org
http://google.com
Manajemen kualitas.pdf
http://www.scribd.com/doc/8960813/Manajemen-Kualitas-Dalam-an-Jasa
Project Quality Management.ppt