Sabtu, 10 November 2012

JELAJAH PESONA JOGJA (PART.2)


 JELAJAH PESONA JOGJA (PART.2)
ok kawan-kawan, lanjut dari cerita sebelumnya tentang jelajah pesona jogja. Tujuan selanjutnya adalah candi tercantik di Indonesia, apalagi kalau bukan candi Prambanan. Sejenak kamipun di bawa flash back ke masa lalu. Ada beberapa bangunan candi yang tersusun apik di sana. Sangat indah. Ada mitos yang beredar di kalangan masyarakat setempat, bahwa jika kita menatap terus-menerus mata patung RoroJonggang, maka kita bisa melihat dia sedang menangis. Tapi entahlah, aku sendiri tidak pernah mencobanya. Namanya juga mitos. Tapi yang jelas, di pandang dari sudut manapun, candi Prambanan memang tetap cantik. Itu faktanya.
Setelah puas  menikmati kemegahan candi Prambanan, kamipun bergegas menuju penginapan murah meriah yang sudah kami booking sebelumnya. Saatnya kembali beristirahat. Malamnya acara dilanjutkan untuk memanjakan lidah. Ya… wisata kuliner di jogja. Dari mulai makan di lesehan, mencoba oseng-oseng mercon, medang ronde, dll. Lalu menikmati berkeliling alun-alun dengan becak, belanja di malioboro, hingga mencoba menembus beringin kembar masangin dengan mata tertutup. Itu hanya sebagian kecil dari jogja, masih banyak pesona-pesona lain yang belum ke ungkap di sini. Itulah sebabnya mengapa jogja disebut “Never ending Asia

Jumat, 09 November 2012

JELAJAH PESONA JOGJA (PART.1)


JELAJAH PESONA JOGJA (PART.1)


Sempet bingung mau beli apa saat berada di tokok buku. Karena memang sebenarnya bukan tujuanku untuk datang ke toko bukum melainkan aku hanya mengantarkan temanku untuk membeli majalah otomotif faforitnya. Daripada bosan aku lebih memilih untuk berpisah saja. Sementara dia sibuk memilih majalah otomotif mana yang akan dia beli. Aku berjalan-jalan sdaja tanpa tujuan yang jelas, sampai pada akhirnya langkah dan pandanganku terhenti pada satu majalah wisata. Judulnya “Jogja never ending asia”, sepertinya menarik. Tanpa berpikir panjang langsung saja aku membelinya. Sesampainya dirumah, lembar demi lembar halaman kubaca tanpa terlewat sedikitpun. Hm… jadi teringat saat Trip ke jogja bersama teman-temanku dulu. Berawal dari hobi sebagai backpacker, aku dan teman-teman memutuskan untuk menjelajah kota budaya tersebut.
Tujuan pertama jatuh pada maha karya Tuhan dengan sejuta misterinya. Ya, gunung merapi. Butuh perjuangan keras untuk sampai kepuncaknya. Dengan tekad dan rasa penasaran yang kuat kahirknya kami bisa menaklukan gunung merapi yang masih aktif tersebut tanpa hambatan yang berarti. Bahkan kamipun sempat mengabadikan diri dengan berfoto-foto di puncak limas merapi. Salah berpijak sedikit saja, kami bisa terperosok dan tercebur ke kawah panas merapi. Lalu kamipun beristirahat dengan mendirikan kemah di spot yang telah ditentukan. Kemudian setelah cukup beristirahat kamipun turun gunung. Sampai sini dulu ya ceritanya, cerita selanjutnya tunggu postingan selanjutnya. Terimakasih

Jumat, 12 Oktober 2012

PENTINGNYA BERTUTUR KATA SOPAN DALAM DUNIA JEJARING SOSIAL


          Internet  sudah tidak asing lagi di masyarakat, mulai dari kalangan anak-anak sampai dewasa dapat menggunakannya, untuk mencari berbagai informasi dan berkomunikasi, salah satunya melalui jejaring sosial. Dalam berkomunikasi melalui jejaring sosial, ada hal yang perlu di perhatikan, yaitu tutur kata. Mengapa kita perlu bertutur kata yang sopan dalam dunia maya (jejaring sosial)? Pertanyaan tersebut mungkin sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Adanya pertanyaan tersebut disebabkan karena banyak individu di jaman sekarang menggunakan fasiliatas jejaring sosial untuk berkomunikasi, bekerja, sarana hiburan (game On line, video, dll).
           Banyak individu yang menggunakan jejaring sosial seperti facebook, tweeter, dll. Dari kalangan anak-anak sampai dewasa. Pada saat menggunakan jejaring sosial facebook atau tweeter banyak user yang yang meng-up date statusnya dengan kata-kata yang kurang sopan. Padahal secara tidak sadar status yang dibuat dengan kata yang tidak sopan tersebut dibaca oleh hampir semua orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Status dengan kata atau kalimat yang tidak sopan membuat orang lain berpikir bahwa pribadi si pembuat status tersebut mempunyai pribadi yang kurang baik. Apalagi banyak user yang saling mengejek atau menghina lewat jejaring facebook atau tweeter. Hal itu menyebabkan perpecahan terhadap sesama. Alangkah baiknya tidak mengejek, menghina, dan menyinggung pengguna jejaring sosial lainnya agar tidak menyebabkan perpecahan. Dan status atau komentar yang dibuat bermanfaat bagi diri pribadi dan pengguna jejaring sosial lainnya.

Majas



          Majas merupakan kiasan yang digunakan untuk melukiskan sesuatu dengan menyamakan sesuatu yang lain. Majas digunakan untuk menimbulkan kesan atau efek tertentu (retoris dan imajinatif) bagi pembaca atau penyimaknya.

Majas terbagi atas :
1.       Majas perbandingan
a.       Asosiasi (simile) adalah majas yang membandingkan dua hal yang berbeda, namun sengaja dianggap sama. Majas ini dapat menggunakan kata bagai, laksana, bak, dan sebagainya.
b.      Metafora adalah majas perbandingan yang cara pengungkapannya singkat dan langsung. Misalnya, aku ini binatang jalang, dari kumpulannya terbuang.
c.       Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seakan-akan bernyawa atau hidup seperti manusia. Misalnya, awan pekat menggelayut diiringi petir yang berteriak.
d.      Alegori adalah majas perbandingan yang bertautan dengan hal lain dalam satu kesatuan. Memahami majas ini harus secara keseluruhan. Majas ini biasanya terdapat dalam dongeng binatang dan puisi.
2.       Majas pertentangan
a.       Hiperbola adalah majas yang menyatakan sesuatu secara berlebihan untuk mencuri perhatian dari pembaca. Misalnya, Ia terkejut setengah mati begitu melihat mayat perempuan itu.
b.      Litotes adalah majas yang mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. Misalnya, terimalah kado dariku yang tak seberapa ini.
c.       Ironi adalah majas yang menyatakan makna bertentangan dengan maksud menyindir. Misalnya, indah sekali suaramu sampai-sampai membuat tetanggaku pingsan.
3.       Majas pertautan
a.       Metonimia adalah majas yang menggunakan nama orang, barang, atau yang lain sebagai pengganti.  Misalnya, ayah baru membeli mobil zebra, padahal aku inin kijang.
b.      Sinekdoke adalah majas yang yang menyebutkan nama sebagian sebagai pengganti nama keseluruhannya (pars pro toto) atau sebaliknya, keseluruhan untuk sebagian (totem pro parte). Misalnya, indonesia memperoleh medali emas dalam kejuaraan bulu tangkis.
c.       Alusio adalah majas yang menunjuk secara tidak langsung pada suatu hal/peristiwa atau suatu tokoh. Misalnya, jika gempa terjadi, kami teringat bencana tsunami yamg telah memorak-porandakan segalanya.
4.       Majas perulangan
a.       Pleonasme adalah majas yang pengungkapan kata-katanya berlebihan dalam rangka penegasan dalam arti kata. Misalnya, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri.
b.      Aliterasi adalah majas yang memakai kata-kata yang bunyi awalnya sama. Misalnya, Dara damba daku/datang dari danau.
c.       Repitisi adalah majas perulangan kata atau kelompok kata yang sama. Misalnya, sepisau luka sepisau duri/sepisaupa sepisaupi.